Monday, December 9, 2013

AKSARA JAWA

Belajar Aksara Jawa


Apa itu Aksara Jawa? 
    Aksara Jawa dalam hal ini adalah Hanacaraka (Carakan) aksara turunan aksara Brahmi yang digunakan atau pernah digunakan untuk penulisan naskah-naskah berbahasa Jawa, Makasar, Madura, Melayu, Sunda, Bali, dan Sasak. 
    Bentuk Hanacaraka yang sekarang dipakai sudah tetap sejak masa Kesultanan Mataram (abad ke-17) tetapi bentuk cetaknya baru muncul pada abad ke-19. Aksara ini adalah modifikasi dari aksara Kawi dan merupakan abugida. Hal ini bisa dilihat dengan struktur masing-masing huruf yang paling tidak mewakili dua buah huruf (aksara) dalam huruf latin. Sebagai contoh aksara Ha yang mewakili dua huruf yakni H dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata “hari”. Aksara Na yang mewakili dua huruf, yakni N dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata “nabi”. Dengan demikian, terdapat penyingkatan cacah huruf dalam suatu penulisan kata apabila dibandingkan dengan penulisan aksara Latin. 
Penulisan Aksara Jawa 
    Pada bentuknya yang asli, aksara Jawa Hanacaraka ditulis menggantung (di bawah garis), seperti aksara Hindi. Namun pada pengajaran modern menuliskannya di atas garis. Aksara Hanacaraka memiliki 20 huruf dasar, 20 huruf pasangan yang berfungsi menutup bunyi vokal, 8 huruf “utama” (aksara murda, ada yang tidak berpasangan), 8 pasangan huruf utama, lima aksara swara (huruf vokal depan), lima aksara rekan dan lima pasangannya, beberapa sandhangan sebagai pengatur vokal, beberapa huruf khusus, beberapa tanda baca, dan beberapa tanda pengatur tata penulisan (pada).
1. Aksara Carakan
Aksara inti yang terdiri dari 20 suku kata ato biasa disebut Dentawiyanjana, yaitu :
2. Aksara Pasangan
Bentuk mati (huruf) dari aksara inti, yaitu :
3. Aksara Swara
Biasanya untuk huruf awal penulisan nama kota atau nama
orang yang dihormati yang diawali dengan huruf hidup,
yaitu : A, I, U, E, O
 
4. Aksara Rekan
Untuk penulisan huruf-huruf yang berasal dari 
serapan bahasa asing (arab) yaitu : kh, f, dz, gh, z
 




5. Aksara Murda
Biasanya untuk huruf awal penulisan nama kota atau nama
orang yang dihormati, yaitu : Na, Ka, Ta, Sa, Pa, Nya, Ga, Ba
6. Aksara Wilangan
Untuk penulisan bilangan dalam bahasa Jawa,
yaitu angka 1 s/d 10 dalam aksara Jawa.

 7. Tanda Baca (Sandangan)
Merupakan tanda baca yang biasa digunakan, huruf hidup
serta huruf mati yang biasa dipakai dalam bahasa sehari-hari,
yaitu tanda : koma, titik, awal kamimat, dll
huruf : i, o, u, e.
huruf mati : _r, _ng, _ra, _re, dll




Tersedia software Pengenalan Aksara Jawa Untuk Anak-anak, download disini http://adf.ly/GEXZA
 "Tak pernah terlalu tua untuk belajar dan terlalu muda untuk tahu banyak hal"
Mari belajar sekaligus nguri-uri budaya Jawa :)

2 comments:

  1. Mantap mas...
    Saya apresisi, saya baru ketemu yang seperti ini...
    good job...

    ReplyDelete
  2. Mas, kok link http://adf.ly/GEXZA tdk bisa d download ya..?

    ReplyDelete